×
Internet Corporate Lebih Andal Bersama CIFO – Wawancara Eksklusif Sony Setiadi

Internet Corporate Lebih Andal Bersama CIFO – Wawancara Eksklusif Sony Setiadi


Di tengah ketergantungan dunia bisnis terhadap jaringan internet, kebutuhan akan koneksi stabil dan andal semakin mendesak. Menjawab tantangan ini, CIFO (Citra Jelajah Informatika) hadir sebagai solusi unggulan untuk layanan internet dedicated khusus korporasi dan instansi. Di balik suksesnya CIFO berdiri sosok Sony Setiadi, pendiri sekaligus CEO yang memimpin langsung arah teknologi dan layanan perusahaan.


Baca juga : Internet of Things (IoT) dan Penerapannya di Industri Indonesia


Dalam wawancara eksklusif bersama tim kami, Sony membagikan visi, strategi, hingga tantangan yang ia hadapi dalam membangun CIFO dari awal hingga menjadi salah satu penyedia internet korporat terpercaya di Indonesia.


Awal Mula Berdirinya CIFO



“Banyak perusahaan mengeluh karena koneksi internet mereka tidak stabil. Bahkan untuk video conference saja sering tersendat,” ungkap Sony membuka percakapan. Ia melihat langsung bagaimana bisnis skala menengah dan besar kesulitan menemukan penyedia internet yang mampu memberikan komitmen uptime dan support teknis secara maksimal.


Situasi inilah yang mendorongnya untuk membangun CIFO. Dengan berbekal pengalaman teknis dan semangat menjawab kebutuhan nyata, Sony meluncurkan layanan internet yang berfokus pada dedikasi, kecepatan, dan keandalan untuk dunia bisnis.


Menjawab Kebutuhan Spesifik Korporat




CIFO tidak menargetkan pasar rumahan. Menurut Sony, layanan rumahan dan korporat memiliki karakteristik berbeda. “Perusahaan butuh internet yang tidak hanya cepat, tapi juga konsisten dan bisa dipersonalisasi,” jelasnya. Oleh karena itu, CIFO menawarkan layanan bandwidth simetris, IP statis, hingga jaminan SLA(Service Level Agreement) hingga 99,9%.


Sony juga menekankan pentingnya respons cepat. “Kami punya tim teknis yang siaga 24 jam. Bukan hanya menunggu laporan, tapi kami pantau performa jaringan secara real-time untuk mencegah masalah sebelum terjadi,” tambahnya.


Tantangan Membangun Infrastruktur Sendiri




Ketika banyak ISP hanya menjadi reseller, Sony justru membangun infrastruktur dari nol. Ia menggelar kabel fiber optic sendiri, membangun titik distribusi, dan membentuk tim teknis internal. “Memang lebih berat di awal, tapi hasilnya bisa kami kontrol sepenuhnya. Itu yang membuat kami beda dari yang lain,” ujar Sony.


Ia percaya bahwa membangun sendiri memberi fleksibilitas dan kualitas layanan yang lebih tinggi. “Kami tidak bergantung pada pihak ketiga. Jadi kalau ada kendala, kami bisa langsung turun tangan,” jelasnya dengan mantap.


Strategi Menangani Klien dari Berbagai Sektor




CIFO kini melayani berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, lembaga pendidikan, hingga startup digital. Sony menjelaskan bahwa setiap klien mendapatkan analisis kebutuhan jaringan terlebih dahulu. “Kami tidak menjual produk paket, tapi solusi. Jadi, setiap klien bisa mendapat layanan yang disesuaikan dengan skala dan aktivitas mereka,” tuturnya.


Ia juga menyebut bahwa pendekatan ini membuat hubungan antara CIFO dan klien menjadi lebih strategis. “Kami tidak hanya sebagai penyedia internet, tapi mitra digital jangka panjang,” tegasnya.


Ekspansi dan Visi Jangka Panjang




Saat ditanya tentang arah bisnis ke depan, Sony tidak ragu menjelaskan bahwa CIFO akan terus berekspansi ke wilayah-wilayah yang selama ini belum memiliki akses internet korporat berkualitas. “Banyak kawasan industri dan bisnis baru di tier dua yang belum terlayani ISP khusus bisnis. Di sanalah kami akan hadir,” katanya.


Lebih jauh lagi, CIFO tengah mengembangkan layanan tambahan seperti cloud lokal, keamanan jaringan, dan solusi smart office. Tujuannya, agar klien tidak perlu mencari penyedia layanan digital lain, cukup di satu tempat.


Komitmen terhadap Talenta Lokal




Sony juga menunjukkan kepeduliannya pada pengembangan SDM lokal. Ia membuka peluang kerja dan pelatihan bagi anak muda di wilayah operasional CIFO. “Kami ingin CIFO jadi tempat tumbuhnya talenta digital dari daerah. Karena internet bukan hanya soal teknologi, tapi soal pemberdayaan,” ucapnya dengan penuh semangat.


Ia menambahkan bahwa tim teknis CIFO saat ini mayoritas berasal dari daerah, dan justru menunjukkan performa yang sangat kompeten. “Kalau diberi kepercayaan dan pelatihan, anak muda kita bisa bersaing,” tandasnya.


Sony Setiadi menutup wawancara dengan pesan yang kuat. “CIFO hadir bukan hanya untuk jualan koneksi internet. Kami hadir untuk membangun sistem digital yang andal, yang bisa diandalkan perusahaan kapan pun dibutuhkan,” katanya.


Baca juga : Internet of Things (IoT) dan Penerapannya di Industri Indonesia


Dengan pendekatan langsung, pemahaman mendalam terhadap kebutuhan korporasi, serta dedikasi membangun infrastruktur sendiri, CIFO terbukti menjadi solusi internet corporate yang tangguh dan terpercaya. Perjalanan Sony Setiadi bersama CIFO menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu menciptakan dampak besar di tingkat nasional.

 

Related Post